KAMPAR, (Teropongbangsa.com)-Pengusaha air minum Bukit Sikumbang di Kampar, Riau, diminta untuk menyesuaikan harga jual air minum mereka. Hal ini terkait dengan kenaikan harga yang terjadi di beberapa sektor, termasuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik 6,06 persen.
Ery, seorang pengusaha air, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini juga dipengaruhi oleh kenaikan harga sparpart mobil, termasuk jerigen yang naik dari harga Rp 630 menjadi Rp 1.080.000/ lusin.
Imus, pedagang jerigen, juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini berdampak pada biaya produksi air minum. Oleh karena itu, pengusaha air minum Sikumbang diminta untuk menyesuaikan harga jual air minum mereka untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat ¹.
Kenaikan harga ini sejalan dengan inflasi tahunan Riau yang mencapai 3,65 persen pada Maret 2026. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyebutkan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Kampar sebesar 3,23 persen.
Pengusaha air minum Sikumbang diharapkan dapat menyesuaikan harga jual air minum mereka untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Mata Air Sikumbang sendiri merupakan sumber air bersih yang dieksploitasi oleh masyarakat sebagai sumber air bersih untuk usaha air minum ² ³.
Pengusaha air minum Sikumbang diminta untuk mempertimbangkan kenaikan harga ini dan menyesuaikannya dengan kondisi ekonomi saat ini.
Red effendi

