Ustadz Cahaya Ravaiel : Zakat Fitrah, Mensucikan Jiwa, Menyempurnakan Kemenangan

 



Kampar, (Teropongbangsa.com) -
Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban rutin di penghujung Ramadan. Ia adalah instrumen spiritual dan sosial yang dirancang untuk memastikan bahwa kebahagiaan di hari raya Idulfitri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan umat Muslim, tanpa terkecuali.



Menurut Ustadz Cahaya Ravaiel seusai melaksanakan Sholat Tarwih menyebutkan bahwa secara harfiah, fitrah merujuk pada asal kejadian manusia atau kesucian. Zakat ini berfungsi sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor selama bulan Ramadan.


Beberapa manfaat utama dari zakat fitrah meliputi Penyuci Jiwa, Membersihkan diri dari noda dosa kecil agar kembali ke fitrah yang suci. Kemudian Kepedulian Sosial, Menumbuhkan rasa empati terhadap sesama dan mempererat tali persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) serta Pemerataan Kebahagiaan, Memastikan kaum fakir dan miskin memiliki makanan yang cukup untuk merayakan hari kemenangan.


Kemudian Siapa yang Berhak Menerima? Dijelaskan Ustadz Cahaya Ravaiel berdasarkan syariat Islam yang tertuang dalam QS. At-Taubah ayat 60, terdapat 8 golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat diantaranya : 


Pertama Fakir: Orang yang tidak memiliki harta dan usaha. Kedua Miskin: Orang yang memiliki harta/usaha namun tidak mencukupi kebutuhan dasar, ketiga Amil: Pengelola atau panitia zakat, keempat Muallaf: Orang yang baru masuk Islam atau yang hatinya perlu dilunakkan, kelima Riqab: Hamba sahaya (saat ini sering dianalogikan untuk memerdekakan orang dari belenggu tertentu), ke-enam Gharimin: Orang yang berutang untuk kebutuhan pokok yang halal ketujuh Fisabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah dan yang ke delapan Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan ketaatan.



Dalam penuturan Ustadz Cahaya Ravaiel menekankan bahwa zakat fitrah adalah "Pilar Ekonomi dan Pembersih Jiwa". Menurut beliau, zakat fitrah memiliki dimensi yang sangat dalam. 


"Zakat fitrah bukan hanya tentang memberikan segenggam beras, melainkan tentang bagaimana kita memanusiakan manusia. Ini adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita karena telah diberikan kekuatan untuk menyelesaikan ibadah puasa." ujarnya. 


Ustadz Cahaya Ravaiel juga mengingatkan umat untuk tidak menunda pembayaran zakat hingga menit-menit terakhir sebelum salat Idulfitri. Hal ini bertujuan agar para amil dan penerima zakat memiliki waktu yang cukup untuk mengelola dan memanfaatkannya di hari raya.


Bagi Ustadz Cahaya Ravaiel, ketepatan waktu dalam berzakat adalah cerminan dari kedisiplinan seorang mukmin dalam menjalankan syariat sekaligus bentuk kasih sayang yang tulus kepada kaum dhuafa.


Diakhir kaya Ustadz Cahaya Ravaiel menyebutkan Zakat fitrah adalah jembatan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. Dengan menunaikannya, kita tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga ikut serta dalam membangun ekosistem masyarakat yang saling menopang dan penuh keberkahan.****(Red).

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال