Syahrul Aidi Maazat Ajak Masyarakat Bertanam, Tingkatkan Ekonomi Sekaligus Jalankan Perintah Rasul

 


Kampar, (Teropongbangsa.com) - Anggota MPR RI, Ustadz Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., MA., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menggalakkan budaya bertanam di lingkungan keluarga maupun lahan produktif. Selain menjadi solusi penguatan ekonomi rumah tangga, aktivitas bertanam dinilai memiliki nilai ibadah yang tinggi.


Hal tersebut disampaikan Syahrul Aidi dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama para mubalig dan insan pers di Kafe Sunni, Bangkinang Kota, Minggu (15/3/2026).


Dalam pemaparannya, legislator asal Riau ini menekankan bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan keluarga. Dengan memanfaatkan lahan kosong untuk bertanam sayuran, buah-buahan, atau tanaman pangan lainnya, masyarakat dapat menekan pengeluaran harian.


"Bertanam itu bukan sekadar urusan pertanian, tapi ini adalah upaya kita meningkatkan ekonomi. Jika setiap rumah tangga memiliki tanaman sendiri, kita tidak akan terlalu goyang saat harga pangan di pasar melonjak," ujar Syahrul Aidi di hadapan puluhan wartawan dan dai yang hadir.


Lebih lanjut, alumnus Al-Azhar Kairo ini menjelaskan bahwa anjuran bertanam memiliki landasan spiritual yang kuat dalam Islam. la mengutip pesan Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya menanam pohon, bahkan jika hari kiamat sudah di depan mata.


"Bertanam ini adalah perintah Rasulullah. Dalam sebuah hadis disebutkan, meskipun esok kiamat dan di tanganmu ada bibit pohon, maka tanamlah. Ini menunjukkan bahwa menanam adalah bentuk sedekah jariyah dan amal saleh yang dampaknya sangat luas bagi makhluk hidup," jelasnya.


Acara sosialisasi empat pilar ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara umara, ulama, dan insan pers. Syahrul Aidi berharap para mubalig dapat menyelipkan pesan-pesan kemandirian ekonomi melalui mimbar dakwah, sementara insan pers berperan mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang inspiratif.


"Semangat kemandirian melalui bertanam ini sejalan dengan nilai-nilai gotong royong dan kedaulatan yang ada dalam Empat Pilar Kebangsaan kita. Kita ingin masyarakat Riau, khususnya di Kampar, menjadi masyarakat yang produktif dan mandiri," pungkasnya.


Acara yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan dialog interaktif dan buka puasa bersama, memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah melalui peran masing-masing profesi.*** (effendi).

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال