SUMBAR, (Teropongbangsa.com)- 8 Januari 2026) – Fenomena alam berupa lubang amblas atau sinkhole raksasa mengejutkan warga di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota. Hingga Kamis (8/1/2026), lubang tersebut dilaporkan terus mengeluarkan air jernih berwarna biru kehijauan yang kini meluap dan mengaliri sawah di sekitarnya.
Kronologi dan Kondisi Terkini
Lubang besar ini pertama kali ditemukan oleh warga pada Minggu pagi, 4 Januari 2026, saat hendak menuju ladang. Berdasarkan laporan terbaru:
Dimensi: Lubang diperkirakan memiliki diameter sekitar 10 meter dengan kedalaman mencapai lebih dari 20 meter.
Warna Air: Air yang muncul dari dasar lubang memiliki kejernihan yang tidak biasa, berwarna biru mirip telaga, sehingga menarik perhatian warga untuk datang menonton.
Potensi Bahaya: Meski diameter lubang dilaporkan belum mengalami perubahan signifikan dalam 24 jam terakhir, BPBD setempat memperingatkan bahwa pergerakan tanah masih terus terjadi di area tersebut.
Penyebab Menurut Para Ahli
Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat menduga ada dua kemungkinan penyebab utama fenomena ini:
Pelarutan Batu Kapur: Mengingat lokasi Situjuah Batua berada di daerah dengan lapisan batuan kapur, air bawah tanah secara alami dapat melarutkan batuan tersebut hingga menciptakan rongga yang akhirnya runtuh.
Erosi Pipa: Fenomena erosi pada batuan sedimen vulkanik atau hasil aktivitas gunung api yang berada di sekitar kawasan Gunung Sago.
Imbauan Keamanan
Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama BPBD telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna mencegah warga mendekat. Peneliti dari BRIN juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena potensi perluasan lubang masih ada, terutama mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Sumatera Barat.
DPRD Lima Puluh Kota kini telah meminta BPBD untuk bersurat kepada Kementerian ESDM guna melakukan penelitian lebih mendalam terkait keamanan struktur tanah di kawasan tersebut.
