Cinta di Ujung Maut: Kisah Suami di Inhil Berhasil Tarik Istri dari Serangan Buaya

 

PEKANBARU, (Teropongbangsa.com)- Seorang nenek bernama Salasiah (65) menjadi korban serangan buaya saat sedang mencuci di sungai belakang rumahnya, Parit Ogok, Desa Kelurahan Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (17/1/26) sore.


Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban tengah beraktivitas di tepi sungai. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dan langsung menerkam tangan kiri korban.


Kejadian ini disaksikan suaminya yang saat itu juga sedang mandi di tepian aliran sungai. Pekikan pun pecah untuk meminta pertolongan warga. Korban sempat diseret oleh hewan buas itu ke tengah sungai.  


Suami korban yang sigap langsung terjun memberikan pertolongan. Sejumlah warga di sekitaran sungai yang juga biasa mandi di bantaran sungai sore itu turut memberikan pertolongan berjibaku melawan buaya yang terus menggigit korban.


Saat korban sempat diraih dan berhasil memeluknya, suaminya pun langsung melawan dengan cara menendang buaya. Usaha perlawanan seadanya juga juga dilakukan warga yang menolong.


“Korban dipeluk oleh suaminya sambil menendang buaya tersebut. Beberapa warga yang kebetulan hendak mandi ikut membantu hingga korban berhasil ditarik ke darat,” kata Antoni, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut. 


Perlawanan melawan hewan ampibi itu pun membuahkan hasil. Setelah buaya melepaskan gigitanya lalu menghilang, korban pun dengan cepat berhasil dibawa ke darat. 


Tak lama berselang, korban pun dilarikan ke dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat luka serius yang dialaminya. Diketahui dari kejadian naas tersebut tulang lengan korban mengalami patah akibat gigitan buaya. 


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Junaidy membenarkan kejadian tersebut. Sejumlah personel DPKP juga sudah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menyisir buaya tersebut. 


"Kita sudah menerima laporan, anggota kita sebanyak empat orang juga langsung bergerak menyisir ke lokasi mencari buaya yang telah menerkan warga," kata Junaidy. Ahad (18/1/26). 


Tim DPKP Inhil yang sudah terlatih menangani buaya mulai bergerak pada pukul 16.30 WIB. Kemudian tiba di lokasi pada pukul 17.15 WIB. Petugas langsung melakukan penyisiran sungai untuk mencari buaya tersebut.


Penyisiran dilakukan hingga pukul 19.05 WIB, namun buaya belum ditemukan. Diperkirakan buaya menyerang nenek terrsebut memiliki panjang sekitar tiga meter.


"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di perairan. Jika ada melihat segera laporkan, petugas kami akan menangkap hewan tersebut," ungkap Junaidy lagi. 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال